Rabu, 14 Maret 2012

Janur kuku akut

Jamur Kuku dan Upaya Pengobatan

14-01-2010 diposkan oleh YUsron

Jamur Kuku dan Upaya Pengobatan
      Penyakit jamur sudah sering ditemui masyarakat di daerah tropis, tidak terkecuali jamur kuku. Ketika Anda merasa bahwa perawatan kuku di salon tidak cukup mampu menjaga kesehatan kuku, dan malah kuku menjadi rapuh, mungkin saja penyakit jamur kuku sudah menjangkit.
      Jamur atau kurap kuku (onychomycosis atau Tinea Unguium) paling sering menyerang kuku kaki, meski dalam beberapa kasus bisa menyerang kuku tangan. Biasanya, infeksi jamur dimulai dari bawah atau pinggir kuku. Gejalanya sendiri terlihat dari perubahan warna kuku menjadi agak kekuningan atau keputihan, dilanjutkan dengan sering pecah, mudah patah, bergerigi, mengelupas, berbau, hingga berwarna lebih kusam maupun gelap.
      Seperti penyakit jamur pada umumnya, jamur kuku dapat menular ke kuku lain, atau bahkan menular pada kuku orang lain. Hal ini dimungkinkan terjadi ketika penderita jamur dan orang lain menggunakan barang yang sama, seperti sepatu, kaus kaki, dan gunting kuku.
      Meski tidak menyerang dengan cepat, sebaiknya Anda berjaga-jaga untuk menangkal terinfeksi jamur ini. Caranya dengan memelihara kuku senantiasa tetap pendek, kering, dan bersih. Sangat tidak disarankan untuk membersihkan kuku dengan mengorek pinggiran kuku, karena bisa menyebabkan masuknya jamur. Jika Anda melakukan pedicure-menicure, sebaiknya gunakan salon yang bagus untuk menghindari terjadinya kesalahan membersihkan kuku.
Bagi Anda yang terlanjur terkena jamur kuku dan ingin melakukan perawatan sendiri agar jamur tidak menyebar, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini.
  1. Biasakan mencuci tangan setelah menyentuh kuku kaki yang terkena jamur agar tidak menyebar ke kuku lainnya.
  2. Untuk kuku yang dicat, gunakan Aseton untuk membersihkannya.
  3. Rendam kuku dalam air sabun hangat, lalu buang kutikula dengan batang pencungkil.
  4. Bersihkan bawah kuku dengan orange stick, bilas, lalu kikir dengan batang pembersih halus. Kemudian bilas kembali kuku dan keringkan dengan benar.
  5. Beri pelembab pada kutikel dan pijat seluruh bagian kuku. Selanjutnya, kuku bisa dihaluskan dengan kikir agar tidak bergerigi, tidak mudah pecah.
      Selain merawat, Anda perlu mengkombinasikan dengan penggunaan obat luar (yang dioleskan) dengan obat dalam. Beberapa obat dalam yang sudah terbukti manjur adalah Griseofulvin dan Ketokonazol, dengan reaksi kesembuhan sekitar enam hingga 12 bulan. Sedang beberapa obat baru seperti Itrakonazol, Flukonazol, dan Terbinafin, dapat mengobati dalam waktu tiga bulan.
      Dalam beberapa kasus, kesembuhan bahkan tidak terjadi sama sekali ketika menginjak masa 12 minggu. Dokter biasanya mengkatagorikan penderita jamur ini memerlukan anti-jamur sistemik. Hal ini perlu dilakukan karena konsumsi obat dalam waktu lama bisa berdampak pada fungsi hati dan ginjal. Bahkan bagi penderita lanjut usia, pemberian obat harus dijalankan dengan pengawasan ketat.