Jamur Kuku dan Upaya Pengobatan
14-01-2010 diposkan oleh YUsron
Penyakit jamur sudah
sering ditemui masyarakat di daerah tropis, tidak terkecuali jamur kuku.
Ketika Anda merasa bahwa perawatan kuku di salon tidak cukup mampu
menjaga kesehatan kuku, dan malah kuku menjadi rapuh, mungkin saja
penyakit jamur kuku sudah menjangkit.
Jamur atau kurap kuku (onychomycosis atau Tinea Unguium)
paling sering menyerang kuku kaki, meski dalam beberapa kasus bisa
menyerang kuku tangan. Biasanya, infeksi jamur dimulai dari bawah atau
pinggir kuku. Gejalanya sendiri terlihat dari perubahan warna kuku
menjadi agak kekuningan atau keputihan, dilanjutkan dengan sering pecah,
mudah patah, bergerigi, mengelupas, berbau, hingga berwarna lebih kusam
maupun gelap.
Seperti penyakit jamur pada umumnya, jamur
kuku dapat menular ke kuku lain, atau bahkan menular pada kuku orang
lain. Hal ini dimungkinkan terjadi ketika penderita jamur dan orang lain
menggunakan barang yang sama, seperti sepatu, kaus kaki, dan gunting
kuku.
Meski tidak menyerang dengan cepat, sebaiknya
Anda berjaga-jaga untuk menangkal terinfeksi jamur ini. Caranya dengan
memelihara kuku senantiasa tetap pendek, kering, dan bersih. Sangat
tidak disarankan untuk membersihkan kuku dengan mengorek pinggiran kuku,
karena bisa menyebabkan masuknya jamur. Jika Anda melakukan pedicure-menicure, sebaiknya gunakan salon yang bagus untuk menghindari terjadinya kesalahan membersihkan kuku.
Bagi Anda yang terlanjur terkena jamur kuku dan ingin
melakukan perawatan sendiri agar jamur tidak menyebar, silahkan ikuti
langkah-langkah berikut ini.
- Biasakan mencuci tangan setelah menyentuh kuku kaki yang terkena jamur agar tidak menyebar ke kuku lainnya.
- Untuk kuku yang dicat, gunakan Aseton untuk membersihkannya.
- Rendam kuku dalam air sabun hangat, lalu buang kutikula dengan batang pencungkil.
- Bersihkan bawah kuku dengan orange stick, bilas, lalu kikir dengan batang pembersih halus. Kemudian bilas kembali kuku dan keringkan dengan benar.
- Beri pelembab pada kutikel dan pijat seluruh bagian kuku. Selanjutnya, kuku bisa dihaluskan dengan kikir agar tidak bergerigi, tidak mudah pecah.
Selain merawat, Anda perlu mengkombinasikan
dengan penggunaan obat luar (yang dioleskan) dengan obat dalam. Beberapa
obat dalam yang sudah terbukti manjur adalah Griseofulvin dan
Ketokonazol, dengan reaksi kesembuhan sekitar enam hingga 12 bulan.
Sedang beberapa obat baru seperti Itrakonazol, Flukonazol, dan
Terbinafin, dapat mengobati dalam waktu tiga bulan.
Dalam beberapa kasus, kesembuhan bahkan tidak
terjadi sama sekali ketika menginjak masa 12 minggu. Dokter biasanya
mengkatagorikan penderita jamur ini memerlukan anti-jamur sistemik. Hal
ini perlu dilakukan karena konsumsi obat dalam waktu lama bisa berdampak
pada fungsi hati dan ginjal. Bahkan bagi penderita lanjut usia,
pemberian obat harus dijalankan dengan pengawasan ketat.